BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 20 Februari 2011

Metamorfosis nya Kami

Nggak tau harus mulai dari mana. Karena emang dari dasarnya saya emang selalu ragu untuk memulai *lho?*

Jadi gini aja, dengan diiringi do'a restu orang tua dan insomnia nya craig david, dimulailah postingan saya malam ini.

bismillaahirrohmaanirrohim...



Jadi begini, pas lagi browsing browsing buat tugas terkutuknya pak O**N, tiba-tiba kepala dengan random nya memutar kembali memori pelajaran Biologi pas SD dulu, yaitu tentang metamorfosis.
Metamorfosis kan umumnya cuma tau ada di kupu-kupu, kodok atau katak atau apalah namanya, dan juga setau saya juga ada di kecoak.

Dan ini semua, maksud saya postingan saya malam ini samasekali nggak ada hubungan nya sama makhluk makhluk penghuni buku biologi diatas.

Metamorfosis ini berbeda, lebih berwarna. Lebih berwarna daripada sejuta warna sayap kecil kupu-kupu
Sangat berbeda dan dekat karena nggak harus ngebuat penelitian ribet.

Dan karena saya dan teman teman seperjuangan saya yang ngalamin.

Ternyata SMA nggak cuma ngerubah penampilan dari segi baju seragam kebanggan (baca:putih abu abu) aja.
Dan baru menyadari ternyata itu semua ngerubah kami dari segi pola pikir, yang tadi nya ego sangat mudah menguasai, menjadi makhluk yang bisa sedikit tenang.

*oke, yang barusan kata kata tenang nggak bisa ditujukan ke saya karena emang sampai batas yang nggak bisa ditentuin saya "cenderung" pecicilan.*


Masa masa SMA sekarang juga ngerubah kami menjadi makhluk yang, yaaah sedkit atau bahkan lumayan sennsitif sama 1 kata --> "Cinta"
Yah kalo soal yang satu itu emang nggak baru lagi kan, semua juga udh ada yang mulai pacaran, ada yang dari SD, SMP, atau mungkin TK (?)

Dan kalo soal cinta mencinta perhatian saya sih tertuju kepada teman teman sperjuangan SMP dulu yang notabene tergolong lugu.

Dulu waktu kita lagi masa masa SMP, jarang tuh ngomongin yang namanya cowok mencowok, baru sekitaran kelas 9, masa masa persiapan mau masuk sma, baru terdengar kasak kusuk. Kaya contohnya temen saya cewek, namanya sebut saja "R" naksir sama temen les nya, sampai sampai satu kelas heboh karena notabene, sekali lagi saya katakan kalau dia hanyalah seorang anak remaja lugu yang baru mengenal cinta. Lain lagi sama temen saya yang cowok, inisial nya "R" juga.
Anak yang terkenal pecicilan dan amat sangat tertutup soal pacaran, nyatanya kelas 9 menengah gitu udah mulai pacaran. Dan kembali 1 kelas heboh.


Di sma? lain lagi.
Saya juga punya temen, satu SMP juga dulu, inisialnya "N"
jadi temen saya si N ini dulu waktu SMP samasekali nggak pernah dengar kasak kusuk tentang cowok yang dia suka.

Dan ceritanya baru baru ini pas SMA, saya ngeliat Timeline Twitter dia dan tercium bau seperti seseorang yang sedang jatuh cinta.
Dan setiap saya menggalau tentang "anak orang" di TL, semua malah di-retweet sama temen kita si N ini.

Berhubung semua twit twit galau yang saya lancarkan dan di-retweet itu twit orang yang lagi jatuh cinta, maka saya simpulkan kalau si N ini sedang jatuh cinta sama orang yang sampai sekarang saya tidak tahu namanya.

Metamorfosa SMA juga melanda teman saya si cantik A *maap disensor lagi*
kalo temen saya yang satu ini emang udah kedengaran gosip gosip hangat nya dengan brondong aksel.
Tapi cuma sekedar gosip naksir naksiran, bukan pacaran. Dan A sekarang sudah berbahagia menjalani hubungan relationship dengan cowok beruntung yang kebetulan sekarang udah jadi siswa aksel smandel.


Metamorfosa nggak cuma melanda mereka, tapi juga saya.
Dimana dulunya saat saat SMP saya cenderung takut bertatap muka sama makhluk yang namanya cowok *aneh kan? saya juga baru nyadar* sekarang udah mulai nggak kaku lagi.
Dulu dimana saat saya naksir sama cowok, punya rasa yang nggak kuat, hanya sekedar cinta monyet biasa, tapi nyatanya sekarang baru sadar punya rasa dalam sama "anak orang" yang samasekali berbeda 3600 derajat dengan saya.


Dan akhirnya suatu saat nanti metamorfosis ini hanya menjadi sebuah cerita membawa kita dari gerbang masa remaja yang kebahagiaan, less responsibility, ke gerbang kedewasaan yang samasekali nggak pernah kita duga gimana tantangannya, dimana tanggung jawab jadi prinsip utama kita.

Yah, semua akan menjadi sepenggal cerita di album kehidupan kita.
:)

0 komentar:

Posting Komentar